Saturday, February 23, 2008

Kali Ini, Saya Faham Isi Khutbah

Hari Jumat kemarin, pukul 13:00, orang-orang masih berkerumun di depan Masjid Tainan. Biasanya, pada saat seperti itu khatib sudah akan mengakhiri khutbahnya. Memang, tidak seperti biasanya, saat itu pintu Masjid masih terkunci, sehingga kami tak dapat masuk. Seorang jemaah Taiwan yang baru tiba, begitu mengetahui apa yang terjadi, segera memacu kembali skuternya untuk mengambil kunci cadangan.

Sekitar 15 menit kemudian ia kembali dengan kunci cadangan, dan kami pun memasuki Masjid. Saat menaiki tangga, kami melihat dua orang jemaah Taiwan yang baru masuk bersama kami berbincang-bincang dengan Imam Masjid di sebuah kamar. Ternyata, Imam Masjid ada di dalam, namun tampaknya ia sedang sakit dan tertidur, sehingga tak ingat harus membuka pintu Masjid.

Masalah berikutnya muncul kala kami semua telah siap untuk memulai rangkaian sembahyang Jumat, namun Imam Masjid belum juga tampak. Tidak seperti di Indonesia yang khutbah jumat biasa disampaikan oleh khatib yang berganti-ganti, selama satu setengah tahun tinggal di Tainan, saya hanya mengenal satu orang khatib, yakni sang Imam Masjid.

Saling tunjuk dan dorong pun berlangsung. Entah mengapa, tak seorang pun di antara jemaah yang berbahasa ibu bahasa Arab berani maju ke mimbar. Akhirnya, ada yang bertanya di barisan belakang, "Bagaimana kalau bahasa Indonesia?". Seperti mampu menangkap artinya, ada seorang yang menjawab, "Why not? We never understand chinese either." Akhirnya, Mungki Rahadian, mahasiswa IMBA asal Indonesia maju ke mimbar, dan azan kedua pun dikumandangkan. Ini adalah kali pertama selama tiga semester tinggal di Taiwan, saya bisa faham isi khutbah...

Sunday, February 17, 2008

Nguing Nguing Tet Tet Tet

Setelah berminggu-minggu dikerjakan, akhirnya paper itu pun rampung juga. Alhamdulillah. Bingung juga, apa yang bisa dikerjakan untuk sejenak menyegarkan fikiran. Pilihan akhirnya jatuh pada saluran video sharing, Youtube. Suara-suara merdu penyanyi favoritku seperti Sarah McLachlan, Katie Melua, Diana Krall, dan Norah Jones pun memenuhi ruangan. Pilihan berikutnya adalah sebuah film, yang saking sukanya seorang kawan mengaku sampai menontonnya lebih dari sekali, A Walk to Remember.

Tiba-tiba, sekitar tiga puluh menit menjelang tengah malam, Shengli 6 Student Dormitory, tempat sebagian besar mahasiswa Internasional pasca sarjana tinggal, dikejutkan bunyi alarm yang memekakkan telinga, ...nguing...nguing...tet..tet..tet... berulang-ulang disertai pengumuman yang telah terekam dalam bahasa mandarin.

Karena tak faham isi pengumuman yang disampaikan, aku santai saja sambil terus menikmati penampilan Mandy Moore dan Shane West. Tapi kok, sudah satu menit berlalu alarm itu tak juga berhenti? Kuraih kunci, kukunci pintu kamar, dan melangkah keluar. Di luar sudah ada beberapa kawan dengan kebingungan serupa. Tak faham apa yang terjadi, tak faham apa yang harus dilakukan... Aku membayangkan, apa jadinya bila itu sungguh-sungguh alarm tanda bahaya yang memerlukan tindakan segera para penghuni, sementara kami masih sibuk menduga-duga makna alarm yang perintahnya masih dalam bahasa mandarin, tanpa terjemahan dalam bahasa Inggris...

Setelah sekitar 10 menit, alarm itu pun berhenti. Kala kembali memasuki kamar, kulihat ada beberapa instant messege di layar komputer, menanyakan makna alarm yang baru saja berhenti berbunyi. Maaf, yang ditanya, tak lebih tahu daripada yang bertanya..he..he..he..

Tuesday, February 12, 2008

Ultah Pertama Ayham

Hari ini Ayham, anak ketigaku, berulang tahun yang pertama. Semoga Allah senantiasa menganugerahimu kesehatan, berkah nan berlimpah, serta menjagamu dalam kesalehan, ya nak...

(Maafkan Bapakmu tak dapat selalu mendampingimu melewati hari-hari yang pasti lucu-lucu dan menggembirakan...)

Friday, February 01, 2008

Rindu Tidur Nyenyak

Pagi ini Tainan diselimuti dingin yang menusuk. Suhu mencapai 11 derajat celcius. Meski demikian, aku tetap harus bangun untuk menunaikan sembahyang. Karena air terasa dingin bagai es, seperti hari-hari sebelumnya, kali ini pun aku bertayamum untuk menggantikan wudu. Ritual sembahyang pun dilaksanakan dengan tubuh terus menggigil kedinginan. Brrrrhhhh....

Usai sembahyang, dengan tubuh masih menggigil, kunyalakan laptop. Kulihat di daftar instant messengerku, tak satu pun yang sedang online. Ini adalah keadaan yang luar biasa. Ya, memang saat libur semester telah tiba. Sebagian telah kembali ke tanah air, sebagian lagi pergi ke Taipei atau kota lainnya, serombongan mahasiswa lain merencanakan backpacker traveling keliling Taiwan. Sebagian sedikit yang lain terpaksa harus tetap tinggal menikmati dingin di dormitory.

Meski tak seramai saat masa ujian, hingga kemarin biasanya masih ada satu dua kawan yang online hingga pagi menjelang. Dan bila mereka semua offline pagi ini, itu berarti mereka telah mampu tidur nyenyak. Ya, saat kuliah, terutama saat ujian, tidur nyenyak adalah barang langka. Dan perasaan para mahasiswa biasanya diekspresikan pada chat status instant messenger mereka masing-masing. Meski nongkrong di depan komputer, status "Busy, Stepped Out, Be Right Back, atau Not at My Desk" jamak dipasang mereka untuk menghalangi orang menyapa dan mengajak mengobrol. Ada pula yang memajang status lebih ekspresif seperti "thermo...thermo..." yang merujuk pada salah satu mata kuliah momok di Teknik Kimia, atau "don't panic..don't.." kala laporan belum usai padahal esok hari harus sudah diserahkan, atau yang bergaya lembut nan mengundang simpati, macam "Rindu Tidur Nyenyak...". Selamat tidur nyenyak kawan-kawan...