Monday, March 05, 2007

Sudah (atau Baru?) 6 Bulan

Hari ini, tepat sudah (atau baru?) enam bulan aku menginjakkan kaki di Taiwan. Enam bulan pula masa aku tak berjumpa dengan keluarga. Waktu berjalan terasa saaaangat lambat. Kala aku berangkat, Hanan, anakku yang pertama, masih belum bisa baca-tulis. Terakhir aku meneleponnya, dia bilang sudah sudah pintar membaca dan menulis. Bahkan ia telah bisa bertukar sms denganku. Dengan gaya manja ia pernah berkata, "Bapak, Hanan menulis surat buat Bapak, bunyinya "Bapak, kapan Bapak pulang? Hanan sudah kangen...."

Adiknya, Maysa, kala kutinggal pergi baru bisa memanggil "Bapak". Kini, setiap telepon, banyak sekali kata yang keluar dari mulutnya. Bahkan, istriku bercerita, kalau sedang marah acapkali dia berbicara nyerocos tanpa jeda, gabungan antara bahasa Indonesia dengan "bahasa planet". Beberapa lagu juga sering dinyanyikannya melalui telepon. Apalagi kini ada adik mereka, Ayham. Istriku sering bercerita bagaimana tingkah polahnya kala sedang menyusui, dimandikan, atau bermain dengan kakak-kakaknya. Sedih sekali rasanya, melewatkan banyak sekali perkembangan anak-anak.

Sunday, March 04, 2007

Living in the Dorm (2)

Meski penghuni Sheng-Li Dorm No. 6 terdiri atas banyak mahasiswa Internasional maupun lokal, interaksi antar mereka sedikit sekali terjadi. Jangankan antar penghuni asrama, pertemuan antar penghuni kamar pun seringkali merupakan hal yang istimewa. Kamar tepat di depan kamarku, misalnya, resminya dihuni dua orang, seorang mahasiswa Ph.D. dari Vietnam dan seorang mahasiswa master dari Indonesia. Menurut pengamatanku dan pengakuan mereka sendiri, karena jadwal (baca: siklus hidup) yang berlainan, mereka berdua hampir tidak pernah bisa berbincang satu sama lain (sekarang sang mahasiswa Indonesia tinggal di apartemen).

Interaksi antara mahasiswa Internasional dengan mahasiswa lokal biasanya hanya terjadi di "ruang bersama", yakni koridor di lantai dua, tempat kami menonton televisi. Namun, pertemuan itu pun acapkali dalam diam, karena mahasiswa Taiwan tampaknya "too shy to speak English", sementara mahasiswa Internasional pun tampaknya "too shy to speak chinese." Jadilah, yang mahasiswa lokal tidak bertambah kemampuan bahasa Inggrisnya, yang mahasiswa Internasional pun tidak bertambah kemampuan bahasa mandarinnya. Dari dulu, bisanya cuma "ni hao" atau "xie xie".....

Saturday, March 03, 2007

Living in the Dorm (1)

Sheng-li Student Dorm No. 6 adalah asrama tempat tinggal sebagian besar mahasiswa internasional pasca sarjana. Dorm ini terdiri atas dua gedung, North dan South building, dengan koridor di lantai dua yang menghubungkan keduanya. Setiap building terdiri atas sepuluh lantai, dengan setiap lantai memiliki 12 kamar. Setiap kamar sebenarnya mampu menampung tiga penghuni, namun kenyataannya banyak yang tinggal sendirian.

Lantai 6 ke atas diperuntukkan mahasiswi dan terdapat larangan tertulis bagi pria untuk mengunjungi lantai-lantai tersebut. Namun, tidak ada larangan bagi wanita untuk mengunjungi bahkan masuk ke kamar para mahasiswa. Tidak jarang dijumpai seorang wanita masuk ke kamar pria hingga larut malam. Tampaknya hal ini bukanlah peristiwa yang luar biasa di Taiwan. Kawan-kawan yang tinggal di apartemen bahkan memberi kesaksian tentang jamaknya seorang wanita menginap di kamar pria yang bukan suaminya, atau sebaliknya.

Setiap lantai memiliki jumlah kamar mandi yang memadai. Juga fasilitas untuk mesin cuci dan tempat menjemur pakaian. Yang sedikit merepotkan adalah jatah air hangat untuk mandi yang hanya tersedia dari pukul 16.00-23.00. Selain pertimbangan penghematan, kebijakan ini tampaknya disesuaikan dengan kebiasaan mandi para mahasiswa. Jangan heran bila menjelang pukul 08.00 pagi, banyak alarm berdering. Kemudian banyak yang keluar kamar, gosok gigi, mencuci muka, dan berangkat ke kampus. Ya, kebanyakan dari mereka tidak terbiasa mandi pagi hari. Sementara itu, jangan heran bila tengah malam pun masih akan terdengar suara mereka mandi. Bagi yang terbiasa mandi pagi dan tak tahan air dingin, harus naik ke lantai 5. Ya, air panas untuk mandi tersedia 24 jam hanya di lantai 5, 9, dan 10 (dua lantai terakhir tentu untuk penghuni wanita).

Koran dan televisi hanya tersedia di ruang bersama, yakni koridor yang menghubungkan South dan North building. Setiap pagi disediakan tiga koran berbahasa mandarin dan satu koran berbahasa Inggris, Taipei Times. Sedangkan televisi ada dua, tetapi yang satu selalu rusak, sedangkan yang berfungsi berukuran sekitar 29 inch, yang mampu menangkap lebih dari 100 channel. Sayangnya, hanya beberapa channel yang berbahasa Inggris, seperti CNN, BBC, Hollywood, Animal Planet, Discovery Channel, ESPN, atau Video Land. Beberapa channel lain berbahasa Jepang, selebihnya : Mandarin. Peraturan tidak tertulis adalah, siapa yang memegang remote control, dia yang menentukan channel mana yang ditonton. Jadi, sering setelah membaca jadwal acara di koran ada acara yang menarik dan berminat menonton, harus kecewa karena telah ada orang lain yang memegang remote control, dan menonton acara yang sama sekali tidak menarik. Kalau sudah begitu, pilihannya cuma satu: kembali ke kamar. Menikmati sunyi. Menikmati sepi. Menikmati sendiri.

Wednesday, February 28, 2007

7-Eleven

Karena libur nasional, semula hari ini aku berniat menghabiskan hari di kamar. Saat aku sedang menikmati makan siang, tiba-tiba Truong, mahasiswa PhD Ocean and Hydraulic dari Vietnam, nyelonong masuk kamar sembari menunjukkan sebuah kertas pengumuman kecil dari 7-Eleven, yang berisi daftar nomor resi pembelian yang beruntung memperoleh hadiah.

Segera aku cocokkan resi-resi pembelian yang memang kusimpan. Kupilah resi 7-Eleven dari yang lain. Kebetulan, di dalam kompleks dorm di Sheng-li ada satu toko 7-Eleven yang buka sampai larut malam, sehingga sebagian besar kebutuhan sehari-hari mahasiswa biasanya dapat diperoleh di sana. Tetapi jangan kaget, bila toko ini ternyata juga menjual kondom dan alat tes kehamilan. Untuk apa? Tanyakan pada rumput yang bergoyang.......

Sebagian besar resi yang kumiliki memang adalah bukti pembelian dari 7-Eleven, karena ia adalah jaringan mini market terbesar di Taiwan (barangkali semacam Indomaret di Indonesia). Setelah kuteliti satu persatu, ternyata ada satu resi yang memiliki kesamaan 3 angka belakang dengan yang ada di pengumuman, dengan reward NT $ 20 bla bla bla (aksara mandarin yang belum kekenal). Yah, NT $ 20 lumayanlah untuk beli roti tawar untuk sarapan pagi, pikirku.

Ternyata, begitu sampai 7-Eleven, shop assistant mengatakan kalau aku berhak dapat NT $ 200, bukan NT $ 20 (mungkin aksara mandarin yang tak kukenal itu menyatakan puluhan atau sebangsanya). Namun, hadiah itu hanya bisa dibelikan barang, dan tidak dapat dimintakan uang. Karena merasa memperoleh rezeki nomplok, kutelepon Truong untuk datang. Kami berdua kemudian memilih barang-barang sambil menjumlahkan harganya, agar tak melebihi NT $ 200. Setelah melengkapi beberapa isian, kasir pun menghitung belanjaan kami, dan ternyata tepat NT $ 200. Alhamdulillah. Kami pun melangkah keluar dengan tersenyum.....

228 Incident

Hari ini rakyat Taiwan memperingati "Memorial Day" yang merupakan hari libur nasional. Tepat hari ini, enam puluh tahun lampau, Chiang Kai-Shek, pemimpin tertinggi Kuo Min Tang (KMT), Partai Nasionalis China yang berkuasa di Mainland China dan Taiwan saat itu, mengirimkan tentara KMT untuk memadamkan kerusuhan yang terjadi di Taiwan. Kerusuhan itu dipicu oleh perselisihan seorang inspektur pemerintah dengan seorang perempuan penjaja rokok gelap. Konon, tindakan represif tentara KMT mengakibatkan tewasnya sekitar 20.000 orang. Peristiwa ini sering dikenang sebagai "228 Incident", karena terjadi pada bulan 2 tanggal 28.

Dua tahun setelah peristiwa itu, Chiang Kai-Shek harus melarikan diri ke Taiwan (kemudian memerintah Taiwan dengan tangan besi hingga meninggal 1975), karena kalah dalam perang saudara melawan Partai Komunis Cina yang dipimpin Mao Zedong. Mao kemudian mendirikan People's Republic of China (PRC), sedangkan Chiang tetap menggunakan nama Republic of China (ROC) di wilayah Taiwan.

Sementara Mao Zedong mengklaim Taiwan sebagai salah satu provinsinya, Chiang mengklaim wilayah Republic of China juga mencakup Mainland China. Mimpi suatu saat kelak terjadi unifikasi dengan Mainland China tetap menjadi kebijakan resmi KMT hingga saat ini. Itulah sebabnya, mereka menentang keras setiap kebijakan yang mengarah kepada penguatan identitas Taiwan sebagai sebuah negara, yang terpisah dari Mainland China.

Sebaliknya, Democratic Progressive Party (DPP), partai yang berkuasa saat ini, adalah pihak yang berusaha keras untuk menjadikan Taiwan sebagai sebuah negara yang "normal", terbebas dari mimpi unifikasi dengan Mainland China. Belum lama ini, misalnya, mereka mengubah nama berbagai BUMN dari semula membawa nama "China" menjadi "Taiwan". Mereka juga berkali-kali melamar menjadi anggota PBB, WHO, dan organisasi Internasional lainnya, namun selalu gagal karena ditentang keras oleh PRC. Apakah kelak Taiwan akan mampu menjadi sebuah negara "normal", ataukah PRC akan merealisasikan ancamannya untuk menyerbu Taiwan bila Taiwan berani menyatakan merdeka? Hanya waktu yang akan mampu menjawabnya.......

Tuesday, February 13, 2007

Anggota Keluarga Baru


Alhamdulillah, Senin, 12 Februari 2007, pukul 16.42 waktu Bogor, Hanan Hanifah dan Maysa Madihah memperoleh adik lagi. Bayi laki-laki ini, seperti kedua kakaknya, dilahirkan melalui operasi sesar, berberat 3360 gram, dan panjang 49 cm. Ini berarti, ketiga bersaudara ini dilahirkan di rumah sakit dan kota yang berlainan. Kakak pertama dilahirkan di RS Hermina Bekasi, Kakak kedua di RS Bunda, Jakarta, sementara si bungsu di RS Bogor Medical Centre.

Anak ketiga ini kami namai Ayham Altaira. Dalam bahasa Arab, Ayham bermakna brave, exalted. Sedangkan Altaira, berasal dari kata Altair yang berarti the flying eagle, the first magnitude star in constellation Lyra. Kelahirannya menandai berakhirnya posisiku sebagai orang paling ganteng di keluarga, karena sebelumnya aku adalah lelaki tunggal di antara seorang istri (yang tentu perempuan), dua anak perempuan, serta dua pengasuh anak yang juga perempuan.

Setelah Ayham lahir, perasaan gembira yang membuncah acapkali tak cukup mengalahkan rasa rindu yang semakin mendera dada. Yang selalu terbayang hanyalah gelak tawa gembira kedua kakaknya menyambut kelahiran adik barunya. Semua hanya bisa kubayangkan dari cerita istri. Sunyi ini semakin terasa sepi. Sepi ini semakin terasa sendiri.....

Wednesday, February 07, 2007

Kids Really Think Quickly

TEACHER : Maria, go to the map and find North America.
MARIA : Here it is!
TEACHER : Correct. Now class, who discovered America?
CLASS : Maria!

TEACHER : Why are you late, Frank?
FRANK : Because of the sign.
TEACHER : What sign?
FRANK : The one that says, "School Ahead, Go Slow."

TEACHER: John, why are you doing your math multiplication on the floor?
JOHN : You told me to do it without using tables!

TEACHER : Glenn, how do you spell "crocodile?"
GLENN : K-R-O-K-O-D- A-I-L"
TEACHER : No, that's wrong
GLENN : Maybe it's wrong, but you asked me how I spell it!

TEACHER : Donald, what is the chemical formula for water?
DONALD : H I J K L M N O!!
TEACHER : What are you talking about?
DONALD : Yesterday you said it's H to O!

TEACHER : Winnie, name one important thing we have today that we didn't have ten years ago. WINNIE : Me!

TEACHER : Goss, why do you always get so dirty?
GOSS : Well, I'm a lot closer to the ground than you are.

TEACHER : Millie, give me a sentence starting with "I."
MILLIE : I is...
TEACHER : No, Millie..... Always say, "I am."
MILLIE : All right... "I am the ninth letter of the alphabet."

TEACHER : Can anybody give an example of COINCIDENCE?
TINO : Sir, my Mother and Father got married on the same day, same time."

TEACHER : George Washington not only chopped down his father's cherry tree, but also admitted doing it. Now, Louie, do you know why his father didn't punish him?"
LOUIS : Because George still had the axe in his hand.

TEACHER : Now, Simon, tell me frankly, do you say prayers before eating?
SIMON : No sir, I don't have to, my Mom is a good cook.

TEACHER : Clyde, your composition on "My Dog" is exactly the same as your brother's. Did you copy his?
CLYDE : No, teacher, it's the same dog!!

TEACHER : Harold, what do you call a person who keeps on talking when people are no longer interested?
HAROLD : A teacher.